Rekor Muri 2008 - Penemu Metode Matematika Akhlaq Pertama dan Satu2nya di Indonesia
Rumah Akal
Pelangi Mizan

Apa itu IMC?

Ass. Wr. Wb.

Dibutuhkan hanya 2 semester untuk menjadikan anak berprestasi pada pelajaran matematika. Namun, butuh 100 tahun (bahkan lebih) untuk memperbaiki generasi yang rusak...!

Pendidikan karakter tiba-tiba menjadi wacana hangat di dunia pendidikan Indonesia. Gagasan pendidikan karakter menginterupsi kita, atau bahkan menonjok keterlenaan kita. Selama ini kita begitu asyik berenang-renang pada model pendidikan yang menafikan karakter, sibuk menyusun desain pembelajaran dengan meletakkan pilihan A, B, C atau D sebagai evaluasi terakhir. Kita bangga menyaksikan anak-anak didik kita begitu terampil memainkan pensil 2B-nya di antara isian soal ujian akhir.

Kini saatnya dunia pendidikan mengubah paradigma. Bukan lagi mengarahkan siswa untuk sekedar memiliki ketrampilan mengerjakan soal-soal eksakta (IQ), melainkan mendorong siswa untuk dapat mengaktualisasikan dirinya dan memiliki kebiasaan menemukan makna kehidupan.

Pendidikan adalah proses rekayasa pemikiran untuk menghasilkan kepribadian sebagaimana yang diinginkan. Selama ini dunia pendidikan agama secara umum dan pendidikan pesantren terdesak oleh kecenderungan yang mengutamakan penguasaan eksakta. Dunia pendidikan kita hanya terfokus pada Learning Skill, namun meninggalkan Thinking Skill dan Living Skill. Akibatnya apa yang menjadi kelebihan dunia pendidikan agama ditinggalkan.

Islamic Math Club (IMC) menawarkan cara pandang baru dalam pendidikan karakter melalui penguasaan ilmu matematika dasar.  Merujuk pada hadis Nabi bahwa dirinya diutus untuk menyempurnakan karakter (akhlaq), IMC sebagai lembaga pendidikan khusus mata pelajaran matematika tingkat dasar, menawarkan sejumlah prinsip pendidikan karakter berbasis Matematika Qurani.

IMC adalah lembaga pendidikan matematika berbasis Al-Quran, hasil kerjasama antara Rumah Akal Foundation (brand Matematika Akhlaq) dan Pelangi Mizan (brand I Love My Alquran) serta Tunas Bangsa Foundation. Co-branding produk yang telah memiliki reputasi tingkat nasional ini menghasilkan metode pendidikan karakter berbasis Alquran melalui pendekatan matematika. Jadi, orangtua tidak perlu khawatir, penguasaan ilmu eksakta (IQ) siswa terasah, karakter (EQ) siswa pun menjadi bermakna!


Ir. Bekti Hermawan
..............................................Pendiri Rumah Akal Foundation, konseptor Islamic Math Club, penemu metode MATEMATIKA AKHLAQ, senior fasilitator IMC,
pengajar Filsafat Matematika tingkat SD-SMP

 
Irfan Amalee
                                                                                     Pimpinan Pelangi Mizan, Editor Kepala, penulis naskah,  & pengarah artistik buku I Love My Alquran


 
Tunas Bangsa Foundation
                                                                                     Tunas Bangsa Foundation adalah lembaga pendidikan Islam dengan program studi Hafal Quran dan bimbingan Baca-Tulis Quran. Tunas Bangsa Foundation berkedudukan di Malang


IMC berpandangan bahwa sebenarnya banyak sisi lain matematika yang menarik. Hanya sayang, selama ini kita belum mengenalnya, karena jarang disentuh atau tidak dihadirkan saat kita belajar matematika di sekolah.

Di IMC inilah sisi lain matematika yang menarik itu dikupas, dibahas, dan aplikasikan. Sehingga matematika menjadi suatu ilmu yang menarik, tidak kering, dan tidak hanya melulu berupa rumus yang teoritis sekaligus abstrak.

Bagaimana cara IMC mengajarkan matematika sekaligus karakter yang bermakna bagi siswa? Silahkan bapak / ibu klik menu Metodologi pada website ini.

Anak adalah amanah, itu sudah pasti. Namun, belum tentu ia menjadi “mata air” bagi orangtuanya. Kelak kita akan diminta pertanggungjawaban atas amanah itu, meski mungkin hati kita tak pernah tersejuk olehnya, dan jiwa kita tak pernah tenang menjalani hari-hari dengannya. Memberikan ilmu matematika dan akhlaq mulia adalah kewajiban kita. Keduanya harus berimbang. Matematika untuk bekal pengetahuannya dan akhlaq untuk budi pekertinya.

Mari kita renungkan...

Muadz bin Jabal berkata: Belajarlah ilmu karena belajar itu hasanah (kebaikan), mencari ilmu itu ibadah, mengingatnya sama dengan tasbih, menyelidikinya sama dengan jihad, mengajar kepada yang tidak mengetahui itu sedekah, dan memberikan kepada yang berhak itu taqurrub. Sebab ilmu itu jalan untuk mencapai tingkat-tingkat di surga. Ia menghibur di kala sendirian, kawan dalam pengasingan, teman dalam kesepian, penunjuk jalan kesenangan, penolong menghadapi kesukaran, keindahan di tengah kawan-kawan, dan senjata untuk menghadapi lawan. (Kitab Tanbihul Ghafilin 2 Karya Abullaits Assamarqandi)

Maka senantiasa bisikkanlah pada anak-anak kita:

“Istanthiqil Quran! Ajaklah Al-Quran bicara!”

Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amien.

Wass. Wr. Wb.

Ana Hermawan

Manager Operasional IMC

Matematika Islam, miracles of islam, miracle of islam, numerical 19, quran and mathematics miracle islam, miracles in islam, mathematics of quran, islam miracle, number 19, fahmi basya, kh fahmi basya, fahmy basya, islamic math, islamic mathematic, islamic mathematics, quran math, quran mathematics, al quran mathematic miracle, nomor 19, angka 19, islam small research, about islam number of alphabet in quran, mathematical, mathematical miracles in quran, mericle of islam, miracles of islam, mathematical miracle in islam, al quran mathematical miracles, relation between quran and math numerical value for alphabet, nomer 19, bilangan 19, number 19 in quran beautiful verses from the quran, quran's mathematical miracles, prime numbers miracles of the qoran, mathematical miracles of the quran, mathematics in quran, math islam, qur`an number and numbering in quran, al quran miracles mathematical