Rumah Akal Foundation
Menjadi Jagoan Matematika yang Bersahabat
"Aku tidak ingin menjadi ahli matematika!" teriak Agung suatu hari di bulan Juni 2003. "Lalu, kamu mau jadi apa kalau sudah besar?" tanya saya. "Aku ingin menjadi penjaga gawang!" jawab Agung cepat
"Penjaga gawang? Dari kesebelasan mana?" tanya saya lagi. "Arsenal!" jawab Agung singkat.
"Oh, bagus itu! Tapi kamu tau nggak?" pancing saya. "Tau apaan, Pa?" jawab Agung balik bertanya. "Kamu tau nggak, semua pemain Arsenal atau kesebelasan dunia lainnya... semua pemainnya pada jago matematika, lho!" jelas saya. "Emang penjaga gawang harus pinter matematika, Pa?" tanya Agung mulai penasaran.
"Jelas! Bagaimana kamu bisa meraih bola yang melambung menuju gawang kamu jika kamu nggak ngerti cara menghitung posisi kamu agar tidak gol!" jelas saya. "Setiap penjaga awang kaliber dunia sangat pandai matematika sehingga dia sangat pandai menghitung posisinya di mana harus berdiri agar bola yang datang ke arah gawangnya bisa dikira-kira akan jatuh di mana. Itu semua membutuhkan kepintaran matematika." kata saya menjelaskan.
"Kalau aku pinter matematika apa aku bisa menjadi penjaga gawang yang hebat?" tanya Agung penuh selidik.
Saya tidak menjawab pertanyaannya, tetapi langsung mengajak Agung ke depan rumah untuk main bola. Saya ingin membuktikan bahwa matematika sangat bermanfaat untuk menentukan strategi bermain bola, khususnya untuk penjaga gawang. Kami bermain cukup lama. Sekiar 1,5 jam dan Agung selalu menjadi penjaga gawang, tidak mau jadi penyerang atau lainnya.
Hari yang sangat melelahkan. Tetapi kami berdua bahagia. Buka karena gawang Agung jarang kebobolan bola. Tetapi semua menjadi gembira karena diakhir permainan Agun berkata: "I love math!" celotehnya singkat.
Bogor, 24 Juni 2003. Cuplikan dari PUSTAKA RUMAH AKAL Juni 2003
Puisi: Rumah Akal
-
sering aku bertanya matematika
-
dimanakah ada jawabannya?
-
adakah di sekolah?
-
atau di kafetaria?
- ah, tak kusangka
-
di rumah juga bisa
-
karena ada mama dan papa
-
yang membimbingku senantiasa
-
di rumah akal aku tau segalanya
-
dengan mudah, tanpa paksa dan lelah
-
ternyata
-
ada pelita lain di atas rumah
-
yang menerangi segalanya
-
siapakah dia
-
bukan siapa-siapa
-
hanya mama dan papa
oleh: Agung Adi Handoko Putro. Bogor, 14 Oktober 2005
Matematika Islam,
miracles of islam, miracle of islam, numerical 19, quran and mathematics
miracle islam, miracles in islam, mathematics of quran, islam miracle,
number 19, fahmi basya, kh fahmi basya, fahmy basya, islamic math,
islamic mathematic, islamic mathematics, quran math, quran mathematics,
al quran mathematic miracle, nomor 19, angka 19, islam small research,
about islam number of alphabet in quran, mathematical, mathematical
miracles in quran, mericle of islam, miracles of islam, mathematical
miracle in islam, al quran mathematical miracles, relation between quran
and math numerical value for alphabet, nomer 19, bilangan 19, number 19
in quran beautiful verses from the quran, quran's mathematical
miracles, prime numbers miracles of the qoran, mathematical miracles of
the quran, mathematics in quran, math islam, qur`an number and numbering
in quran, al quran miracles mathematical







