I Love Math & my Quran
[jangan tunda investasi modal manusia]
-------------------------------
Dimasa kini, anak-anak kita secara terus menerus diingatkan akan perlunya menjaga kebugaran secara fisik sehingga badan mereka tetap sehat. Apa yang sering kita lupakan adalah bahwa pikiran anak-anak kita perlu perawatan dan perhatian serupa agar tetap berada dalam kondisi puncak. Dengan memberikan latihan secara teratur bagi otak mereka, anak-anak kita dapat memperbaiki kemampuan mentalnya karena semakin anak-anak kita melatih pikiran, semakin baik fungsi otaknya.
Salah satu cara meningkatkan kemampuan otak anak-anak kita adalah dengan mempelajari Matematika Qurani. Apa itu Matematika Qurani?
A. Simak ayat berikut:
"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." [QS 54:49]
B. Renungkan kata bijak berikut:
"Untuk mengantarkanmu mengetahui rahasia ayat-ayat Alquran tidaklah cukup kamu membacanya 4 kali sehari." [Abul A'la Al-Maududi]
C. Perhatikan pola Aljabar berikut:
Jika 6 bola dan 1 buku tulis beratnya sebanding dengan 5 gelas, 1 buku tulis dan 1 bola beratnya sebanding dengan 1 gelas, sebanding dengan berapa bolakah 4 gelas dan 4 buku?
>>> Adakah hubungan di antara ketiga hal tersebut di atas?
>>> Sudahkah anak-anak kita membiasakan melatih nalarnya?
>>> Apa hubungan antara pernyataan A, B dan C di atas?
>>> Bagaimana memanfaatkan informasi A & B untuk menjawab soal pada C?
Dengan pola dan metodologi Matematika Qurani ketiga pernyataan (A, B, C) di atas bisa dipahami sehingga soal pada pernyataan C dapat dijawab. Nalar matematika menjadi terasah dan mudah dipahami serta mudah dijawab oleh anak-anak kita (siswa).
Kali ini, di abad 21, kembali matematika modern berutang banyak kepada dunia Islam dengan hadirnya Matematika Qurani sebagai pilar pendidikan dasar karakter setiap muslim.
Salah satu cara meningkatkan kemampuan otak anak-anak kita adalah dengan mempelajari Matematika Qurani. Apa itu Matematika Qurani?
Matematika Qurani,
inilah metode mengubah kepribadian muslim pembelajar (pelajar, santri,
mahasiswa, masyarakat umum maupun para otodidak). Menjadikan para muslim
pembelajar memiliki karakter. Bukan lagi sosok yang hanya mengejar skor
nilai di ijasah dan gelar
Matematika Qurani,
sebuah cara belajar yang menimba dari pengalaman generasi pemenang,
dari khazanah sejarah emas Islam. Menjadikan para muslim pembelajar
berprestasi sekaligus berandil di masyarakat. Sehingga, kita tidak lagi
bertanya-tanya: mengapa ilmu yang dipelajari di sekolah atau di kampus tidak memiliki efek dalam membentuk sikap hidup keseharian pembelajarnya?
Jadilah generasi pemenang yang berakhlaq dengan menguasai Matematika Qurani sebuah jalan yang menjadikan cara belajar
matematika anak-anak kita lebih cerdas, inovatif dan mulia! Jadilah generasi lisana shidqin (lisan kejujuran, QS 26:84).Klik About untuk lebih jelas.
A. Simak ayat berikut:
"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." [QS 54:49]
B. Renungkan kata bijak berikut:
"Untuk mengantarkanmu mengetahui rahasia ayat-ayat Alquran tidaklah cukup kamu membacanya 4 kali sehari." [Abul A'la Al-Maududi]
C. Perhatikan pola Aljabar berikut:
Jika 6 bola dan 1 buku tulis beratnya sebanding dengan 5 gelas, 1 buku tulis dan 1 bola beratnya sebanding dengan 1 gelas, sebanding dengan berapa bolakah 4 gelas dan 4 buku?
>>> Adakah hubungan di antara ketiga hal tersebut di atas?
>>> Sudahkah anak-anak kita membiasakan melatih nalarnya?
>>> Apa hubungan antara pernyataan A, B dan C di atas?
>>> Bagaimana memanfaatkan informasi A & B untuk menjawab soal pada C?
Dengan pola dan metodologi Matematika Qurani ketiga pernyataan (A, B, C) di atas bisa dipahami sehingga soal pada pernyataan C dapat dijawab. Nalar matematika menjadi terasah dan mudah dipahami serta mudah dijawab oleh anak-anak kita (siswa).
------------------------------
Matematika modern berutang banyak dari keberadaan Islam. Matematikawan Islam dari abad pertengahan mengembangkan banyak pilar fundamental matematika modern. Rasullullah
Muhammad SAW memerintahkan kaum Muslim untuk mencari pembelajaran. Tradisi
budaya yang tercerahkan Islam memastikan bahwa matematika karya budaya
sebelumnya yang dipelihara, bukan
dihancurkan. Geometri Euclid hanya diketahui oleh kita karena
dipertahankan dalam bahasa Arab oleh sarjana Muslim.
Kali ini, di abad 21, kembali matematika modern berutang banyak kepada dunia Islam dengan hadirnya Matematika Qurani sebagai pilar pendidikan dasar karakter setiap muslim.
---------
|
Buku peraih penghargaan MURI 2008 dari Mentri Kebudayaan, Jero Wacik! Apa dan bagaimana kaitan antara matematika dan karakter (akhlaq, budi pekerti) anak atau siswa? Silahkan miliki buku "Matematika Akhlaq, Keajaiban Bahasa Bilangan untuk Mendidik Akhlaq Mulia" di TB Gramedia, Gunung Agung, Kharisma, Salemba dan toko-toko buku lainnya di kota anda di seluruh Indonesia. Penulis: Ir. Bekti Hermawan, Penerbit: Kawan Pustaka tahun 2007. Cetakan: ke 4. |
--------------

matematika Islam, miracles of islam, miracle of islam, numerical 19, quran and mathematics miracle islam, miracles in islam, mathematics of quran, islam miracle, number 19, fahmi basya, kh fahmi basya, fahmy basya, islamic math, islamic mathematic, islamic mathematics, quran math, quran mathematics, al quran mathematic miracle, nomor 19, angka 19, islam small research, about islam number of alphabet in quran, mathematical, mathematical miracles in quran, mericle of islam, miracles of islam, mathematical miracle in islam, al quran mathematical miracles, relation between quran and math numerical value for alphabet, nomer 19, bilangan 19, number 19 in quran beautiful verses from the quran, quran's mathematical miracles, prime numbers miracles of the qoran, mathematical miracles of the quran, mathematics in quran, math islam, qur`an number and numbering in quran, al quran miracles mathematical
Berita Terbaru IMC
Training 3 Jam Menguasai Matematika Qurani (MQ)
1/8/2010 | Hanifah









